Kamis, 04 April 2013

Diary Ladang Introspeksi



                Banyak cara yang dilakukan orang untuk mengekspresikan suasana hatinya. Khususnya para remaja sekarang, sebagian dari mereka merasa nyaman dengan berbagi cerita alias curhat kepada teman terdekat mereka atau biasa disebut sahabat. Atau adapula yang lebih nyaman dengan berbagi kepada sang kekasih hati alias gebetan. Terkadang orang tua pun jadi ladang curhat anak-anaknya, yah wajar memang! Namun sayangnya, tidak semua orang tua punyya banyak waktu untuk anak tercintanya. Menurut Jang, tipe ini termasuk tipe ekstrovert, yakni pribadi yang perhatiannya lebih diarahkan keluar dirinya.
Tidak sedikit pula orang yang sulit menumpahkan isi hatinya kepada siapapun. Biasanya orang ini agak tertutup jiwanya, cenderung lebih sering diliputi kekhawatiran, dan sukar menyesuaikan diri. Tipe ini disebut tipe introvert. Tidak jarang kita menemukan orang seperti ini, umumnya mereka curhat pada benda mati yang mereka anggap paling bisa dipercaya daripada orang lain. Yah, salah satunya “Buku Diary”.
Banyak orang yang beranggapan bahwa cewek atau cowok yang suka menulis “dear..diary,”tuh “lebay”. Eits, jangan salah guys! Itu cara mereka, so kita harus bisa menghargai kalau mereka gak bisa terbuka, alias berbagi cerita sama kita. Faktanya, orang seperti mereka itu punya alasan tersendiri sehingga mereka bisa merasa puas dengan kata-kata yang mereka tuangkan diatas kertas.
Ø  Rahasia Terjaga
Kertas emang gak pernah comel, nyebarin rahasia kita ke orang lain. So, kita bisa menumpahkan semuanya ke dia tanpa rasa was-was sedikitpun dan tanpa perlu buat perjanjian kalau dia gak akan bilang ke siapapun. Tapi jangan lupa, kita harus tetap hati-hati menyimpannya.
Ø  Setia tanpa komentar!
Hmm..ini pas banget buat kamu yang gak suka komentar orang lain yang kadang-kadang bukan memberi solusi tapi malah menambah bikin pusing!beda banget sama si “diary” yang emang gak bisa memberi solusi tapi setia dengan curhatan kamu sepuasnya tanpa komentar apapun.
Ø  Ladang Introspeksi
Poin ini emang sering terlupakan, sedikit orang yang menjadikan “diary” itu sebagai ladang untuk mengintrospeksi diri mereka. Padahal inilah yang palinh utama dan seharusnya jadi tujuan utama orang-orang menulis “diary”. Selain puas melupakan keluh kesah, senang, sedih, benci, kecewa, dkk. Alangkah baiknya kita mengurutkan kegiatan sehari-hari sambil mengingat kembali kesalahan, kecerobohan, kelalaian bahkan dosa sekalipun yang pernah kita lakukan. Ambillah hikmah dari sisi baiknya, buang jauh-jauh dari sisi buruknya dan jangan diulangi esok hari. Karena esok hari harus lebih baik dari hari ini. Di samping itu, Rasululloh SAW. telah mengajak kita untuk senantiasa berdo’a kepada Alloh SWT dengan do’a yang berbunyi:
 اللهم اجعلني من الذين اذا احسن استبشرواذا اسأ استغفر
Artinya:”Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang apabila melakukan kebaikan merasa senang dan apabila melakukan kesalahan segera meminta ampun.”
 Subhanallah..alangkah indahnya jikalau kita senantiasa mengingat Allah SWT dikala senang maupun sedih.