Banyak cara yang dilakukan orang untuk
mengekspresikan suasana hatinya. Khususnya para remaja sekarang, sebagian dari
mereka merasa nyaman dengan berbagi cerita alias curhat kepada teman
terdekat mereka atau biasa disebut sahabat. Atau adapula yang lebih
nyaman dengan berbagi kepada sang kekasih hati alias gebetan. Terkadang
orang tua pun jadi ladang curhat anak-anaknya, yah wajar memang! Namun
sayangnya, tidak semua orang tua punyya banyak waktu untuk anak tercintanya.
Menurut Jang, tipe ini termasuk tipe ekstrovert, yakni pribadi
yang perhatiannya lebih diarahkan keluar dirinya.
Tidak sedikit pula orang yang sulit menumpahkan
isi hatinya kepada siapapun. Biasanya orang ini agak tertutup jiwanya,
cenderung lebih sering diliputi kekhawatiran, dan sukar menyesuaikan diri. Tipe
ini disebut tipe introvert. Tidak jarang kita menemukan orang seperti
ini, umumnya mereka curhat pada benda mati yang mereka anggap paling bisa
dipercaya daripada orang lain. Yah, salah satunya “Buku Diary”.
Banyak orang yang beranggapan bahwa cewek atau
cowok yang suka menulis “dear..diary,”tuh “lebay”. Eits, jangan salah guys! Itu
cara mereka, so kita harus bisa menghargai kalau mereka gak bisa terbuka, alias
berbagi cerita sama kita. Faktanya, orang seperti mereka itu punya alasan
tersendiri sehingga mereka bisa merasa puas dengan kata-kata yang mereka
tuangkan diatas kertas.
Ø Rahasia
Terjaga
Kertas emang gak pernah comel, nyebarin
rahasia kita ke orang lain. So, kita bisa menumpahkan semuanya ke dia tanpa
rasa was-was sedikitpun dan tanpa perlu buat perjanjian kalau dia gak akan
bilang ke siapapun. Tapi jangan lupa, kita harus tetap hati-hati menyimpannya.
Ø Setia
tanpa komentar!
Hmm..ini pas banget buat kamu yang gak
suka komentar orang lain yang kadang-kadang bukan memberi solusi tapi malah
menambah bikin pusing!beda banget sama si “diary” yang emang gak bisa memberi
solusi tapi setia dengan curhatan kamu sepuasnya tanpa komentar apapun.
Ø Ladang
Introspeksi
Poin ini emang sering terlupakan, sedikit
orang yang menjadikan “diary” itu sebagai ladang untuk mengintrospeksi diri
mereka. Padahal inilah yang palinh utama dan seharusnya jadi tujuan utama
orang-orang menulis “diary”. Selain puas melupakan keluh kesah, senang, sedih,
benci, kecewa, dkk. Alangkah baiknya kita mengurutkan kegiatan sehari-hari
sambil mengingat kembali kesalahan, kecerobohan, kelalaian bahkan dosa
sekalipun yang pernah kita lakukan. Ambillah hikmah dari sisi baiknya, buang jauh-jauh
dari sisi buruknya dan jangan diulangi esok hari. Karena esok hari harus lebih
baik dari hari ini. Di samping itu, Rasululloh SAW. telah mengajak kita untuk
senantiasa berdo’a kepada Alloh SWT dengan do’a yang berbunyi:
اللهم اجعلني من الذين اذا احسن استبشرواذا اسأ
استغفر
Artinya:”Ya
Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang apabila melakukan kebaikan
merasa senang dan apabila melakukan kesalahan segera meminta ampun.”
Subhanallah..alangkah
indahnya jikalau kita senantiasa mengingat Allah SWT dikala senang maupun
sedih.