Rabu, 10 Juli 2013

Rindu Ramadhan

Ramadhan ku
Ku rindu hadirmu
Menuntun ke jalan lurus Mu
Di atas sajadah
Ku lantunkan ayat-ayat indah Mu
Ku bisikkan luapan rindu dihatiku
Demi berharap satu
Ampunan dan rahmat dari Mu
Ramadhan ku
Jangan kau tinggalkan aku
Aku takut!
Jiwaku tak mampu
Walau Syawal kan datang menggantimu
Hatiku tetep bersikukuh
Menjaga amalan baikku
Meski kau tlah berlalu

Selasa, 02 Juli 2013

Sudut



Sempit
Rongga dadaku mengecil
Nafasku sulit
Jalanku jadi perspektif
Aku ragu
Adakah sudut lain disana?
Akankah mereka menemaniku tuk bersatu padu?
Ataukah mereka kan berpencar satu persatu?
Tolong!Tolong aku!
Aku tak mau
Dulu kita bersatu
Namun kini memunggung pilu

Tak Ku Ragu


Kerlap-kerlip bintang
Tak ku ragu kilaunya
Senyuman bulan
Tak ku ragu cahyanya
Tapi
Dapatlah bintang menjadi redup
Dapatlah bulan menjadi gerhana
Tak begitu dengan hadirmu
Walau kau kan menjauh
Tak ku ragu
Kau slalu merindu
Walau kau kan berlabuh
Tak ku ragu
Kau slalu mencintaiku
Kasihku, bukankah begitu?

Embun



Lembut merasuk ke hati
Dingin membelenggu jiwa
Kosong!
Tanpa arah
Tanpa tujuan
Tapi pasti!
Diabaikan, namun dinanti
Awal cerahnya pagi yang buta
Pagi penuh harapan
Penuh cinta
Mengandung virus kehidupan
Mengungkap arti keindahan hariku
Sejuk nan damai
Sunyi, sepi
Penuh arti
Menemani hari
Menghiasi mimpi
Kadang tertegun
Kadang termenung
Tak paham
Akan arti hidup ini

Tafsir Cinta


Kadang sulit
Tak paham
TAk bias ku menafsirkannya
Rasa yang tak pernah menentu
Kian menggebu
Abstrak!
Kucoba resapi
Kucoba teliti
Namun tak pernah pasti
Aku dilanda olehnya
Aku terjebak olehnya
Aku terlena olehnya
Ah..cinta
Kala menggoda
Menganggu imanku padaNya
Seakan tak mengenal tafsir cinta sesungguhnya
hanya untuk Allah ta’ala

ine� gt0����t-family: "Blackadder ITC"'> 

Gempa di Hati


Tersentak  ku dalam bayang itu
Berdegup kencang jantungku
Bingung!
Mana arah yang kutuju
Berlari tak tentu
Derapan itu
Getaran itu
Membuatku terjatuh
Terombang-ambing ke Barat, ke Timur
Terdampar, terlempar
Ah, entahlah
Bimbang kurasakan
Sungguh! Pilu
Hatiku kini padamu
Resah menimpa relungku
Gundah menjelma jiwaku
Berharap goncangan ini
Padam dan berakhir
Bergulir bersama waktu
Berlari bersama angin


Hujan di Sore Buta


Dingin mengetuk pintu kulit
Mengantarnya menyapa tulang
Sore itu…
Berpangku tanganku
Di balik jendela
Mengenang masa lalu
Masa indah bersamanya
Sore itu…
Kutuliskan sejuta kata untuknya
Kusampaikan salam hangat untuknya
Kukatakan ku masih mencintainya
Biarkan hujan terus turun
Biarkan aku terus mengenangnya
Biarkan dingin itu menyelimuti
Menemaniku, memelukku
Oh..andai waktu masih bias kuulang
Aku ingin, aku rindu
Payung merah itu
Membuatku tersipu malu
Mengingat dirimu di masa lalu